Materi 2

Keanekaragaman Jenis

Fotoplankton di Waduk Tambak Boyo


Indikator :
- Menjelaskan ciri-ciri fitoplankton
- Mengklasifikasikan fitoplankton yang ditemukan di  Waduk Tambak Boyo





     Fitoplankton disebut juga plankton nabati, adalah mahluk hidup mikroskopik berpigmen yang hidupnya mengapung atau melayang di perairan, baik tawar ataupun air asin. Yang termasuk kedalam fitoplankton adalah golongan Protista mirip tumbuhan atau banyak yang menyebutnya alga serta golongan Cyanophyta. Ukurannya sangat kecil sehingga hanya jenis fitoplankton tertentu yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Umumnya fitoplankton berukuran 2 – 200 µm (1 µm = 0,001mm). Fitoplankton umumnya berupa individu bersel tunggal, tetapi juga ada yang berbentuk rantai (Hutabarat, 1986) .
Alga yang masuk kategori plankton dapat berupa Alga uniseluler (contoh Chlorococcus sp), koloni (Volvox sp), serta benang (filamen) (contoh Spyrogyra sp). Alga tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Tubuh seperti ini dinamakan talus. Itulah sebabnya alga tidak dapat digolongkan sebagai tumbuhan (plantae).
Selain itu,  fitoplankton memiliki ciri khusus yang dapat digunakan untuk membedakan antara zooplankton dan fitoplankton, yaitu pigmen warna. Di dalam sel alga terdapat berbagai plastida yaitu organel sel yang mengandung zat warna (pigmen). Plastida yang terdapat pada alga terutama kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Sehingga alga bersifat autrotof karena dapat menyusun sendiri makanannya berupa zat organik dan zat-zat anorganik. 


Berdasarkan pigmentasi alga yang termasuk ke dalam plangton adalah sebagai berikut:
a.       Chlorophyta (alga hijau)


Chlorella.sp


                 Merupakan kelompok alga yang paling beragam karena ada yang bersel tunggal, koloni dan bersel banyak. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil yang mengandung karoten. Banyak terdapat di danau, kolam tetapi sebagian ada juga yang hidup di laut. Beberapa contoh alga hijau yang sering Anda jumpai di kolam sekitarmu antara lain:
1)      Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak
a)      Chlorella
Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembangbiak dengan pembelahan sel. Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. Serbuk Chlorella dalam industri obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan)
b)      Chlorococcum
Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)
2)      Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak
a)      Chlamidomonas
Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi (perhatikan gambar berikut ini).
3)      Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak
Contohnya ialah Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.
4)      Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Volvox merupakan contoh alga ini yang dapat ditemukan di air tawar. Koloni berbentuk bola jumlah antara 500 - 5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.
5)      Chlorophyta berbentuk benang
Contoh dari ganggang ini adalah Spyrogyra. Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan. Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi.
Selain itu contoh lain adalah Oedogonium. Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di air tawar dan melekat di dasar perairan. Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium

b.      Chrysophyta (ganggang keemasan)
                           
                               
                         Ephitemia zebra sebagai contoh dari diatome

Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu:
1)      Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
2)      Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.
3)      Kelas Diatom (Bacillariophyceae)
Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella.

c.       Alga Api (Pyrrhophyta)


Peridinium sp.

Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata, tubuh tersusun atas satu sel memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif. Ciri yang utama bahwa di sebelah luar terdapat celah dan alur, masing-masing mengandung satu flagel. Alga api berkembangbiak dengan membelah diri, kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar.
Contohnya adalah Perodinium sp. Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya
  
d. Euglenophyta

Euglena viridis 

Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas. Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab, contohnya: Euglena.
Euglena terdapat di air tawar, misal di sawah. Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak. Dekat mulut terdapat bintik mata (stigma) yang gunanya untuk membedakan gelap dan terang. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil. Oleh karena itu Euglena berwarna hijau. Contohnya Euglena viridis.
Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan cara fotosintesis dan juga dapat memakan zat-zat organik. Karena Euglena mampu melakukan fotosintesis maka dikatakan hidup secara fotoautotrof. Di samping itu dikatakan juga sebagai heterotrof karena memakan bahan organik yang tersedia. Cara berkembang biak yaitu dengan membelah diri yang disebut pembelahan biner.



e. Cyanophyta (alga hijau-biru)
 
Oschillatoria sp.                                  Crhooccocus sp.

Ganggang hijau biru adalah organisme prokariotik dan karenanya tidak terikat membran organel. Lebih erat kaitannya dengan bakteri daripada algae lain, mereka sering disebut sebagai cyanobacteria. Mereka terjadi di laut, air tawar dan habitat darat. Cyanophyta merupakan komponen penting dalam siklus nitrogen dan produsen.
Cyanophyta [dalam bahasa Yunani, siano = biru-hijau, dan myx = lendir]: ini terjadi di uniseluler, berserabut, dan bentuk-bentuk kolonial, dan sebagian besar tertutup dalam sarung mucilaginous baik secara perorangan maupun di koloni. Sebagian besar dari biru-hijau planktonic terdiri dari anggota Chroococcaceae keluarga coccoid (misalnya, Anacystis = Microcystis, Gomphosphaeria = Coelosphaerium, dan Coccochloris) dan keluarga berserabut Oscillatoriaceae, Nostocaceae, dan Rivulariaceae (misalnya, Oscillatoria, Lyngbya, Aphanizomenon [3 -- 6 μm], Anabaena)
Cyanobacteria ditemukan di hampir semua habitat yang bisa dibayangkan, dari samudera ke air tawar ke batu sampai tanah. Mereka bisa bersel tunggal atau koloni. Koloni dapat membentuk filamen ataupun lembaran. Cyanobacteria termasuk uniselular, koloni, dan bentuk filamen. Beberapa koloni filamen memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tiga tipe sel yang berbeda: sel vegetatif adalah yang normal, sel fotosintesis pada kondisi lingkungan yang baik, dan tipe heterokista yang berdinding tebal yang mengandung enzim nitrogenase. Setiap individu sel umumnya memiliki dinding sel yang tebal, lentur, dan Gram negatif. Cyanobacteria tidak memiliki flagela. Mereka bergerak dengan meluncur sepanjang permukaan. Kebanyakan cyanobacteria ditemukan di air tawar, sedangkan lainnya tinggal di lautan, terdapat di tanah lembab, atau bahkan kadang-kadang melembabkan batuan di gurun. Beberapa bersimbiosis dengan lumut kerak, tumbuhan, berbagai jenis protista, atau spons dan menyediakan energi bagi inang.
                                        

1. Actinastrum hantzschii
Actinastrum hantzschii ( Perbesaran: 100X )
(Sumber : dokumen pribadi) 

Klasifikasi

Divisi       : Chlorophyta
Class       : Chlorophyceae
Ordo        : Chlorococcales
Famili       : Scenedesmaceae
Genus      : Actinastrum
Speseies  : Actinastrum hantzschii
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri:
  • sel dan koloni tanpa selabung gelatin yang mencolok
  • sel memanjang membentuk koloni 4,8, atau 16 memancar dari pusat
  • tubuh sel berbentuk silinder atau dalam bentuk gelondong panjang
  • tersusun secara radial dengan menempel satu sisi ke sisi lain
(Charles C. Davies, 1955)


2. Navicula laterostrata


Navicula laterostrata ( Perbesaran: 100X )
(Sumber : dokumen pribadi) 

Klasifikasi
Division: Chrysophyta
Class    : Bacillariophyceae
Ordo     : Pennales
Famili    : Naviculaceae
Genus   : Navicula
Species : Navicula laterostrata
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri:
  • bentuk memenjang simetri bilateral
  • kedua ujung mengecil dan menbulat
  • ukuran sedang dengan bagian tengan membuncit
(Charles C. Davies, 1955)


3. Pediastrum biwae

                                                              Pediastrum biwae (perbesaran 100x)
( Sumber : dokumen pribadi)
 


Klasifikasi
Division: Chlorophyta
Class    : Chlorophyceae
Ordo     : Chlorococcales
Famili    : Hidrodictyaceae
Genus   : Pediastrum
Species : Pediastrum biwae
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri
  • sel dan koloni tanpa selabung gelatin yang mencolok
  • sel membentuk seperti piring datar melingkar
  • sel tubuh dalam bentuk poligonal, dengan tanduk menyerupai tonjolan
(Charles C. Davies, 1955)


4. Scenedesmus ellipsoideus

Scenedesmus ellipsoideus (perbesaran 100X)
(Sumber : dokumen pribadi) 

Klasifikasi
Divisi              : Chlorophyta
Class              : Chlorophyceae
Order              : Chlorococcales
Family             : Scenedesmaceae
Genus             : Scenedesmus
Spesies           : Scenedesmus ellipsoideus
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri
  • berwarna hijau terang
  • kosmopolitan (air tawar, payau, asin)
  • dinding sel terbuat dari selulosa atau polimer xylosa atau mannosa atau hemiselulosa
  • memiliki flagela dapat bergerak sedikit
  • bentuk flagel isokontae
  • jumlah dan letak sangat bervariasi (apikal, subapikal, lateral)

5. Crhoococcus dispersus


Crhoococcus dispersus (perbesaran 100x)
(sumber : dokumen pribadi) 

Klasifikasi
Division: Cyanophyta
Class    : Cyanophytaceae
Ordo     : Chroococcales
Famili    : Chroococcaceae
Genus   : Crhoococcus
Species : Crhoococcus dispersus
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri
  • terdiri dari satu sel atau koloni yang relatif kecil
  • sel sebagian besar semi bulat
  • memiliki selubung yang biasanya terlihat jelas

6. Synedra flugens
Synedra flugens (perbesaran 100X)
(sumber : dokumen pribadi) 

Klasifikasi
Division         : Ochrophyta
Class             :  Fragilariophyceae              
Order             : Fragilariales             
 Family           : Fragilariaceae       
Genus            : Synedra      
Species          : Synedra flugens

Ciri-ciri 
  • berbentuk memanjang seperti jarum
  • Bisa hidup secara individu ataupun koloni
  • jika berkoloni, akan berkumpul pada satu titik digumpalan lendir yang dikeluarkan dari pori-porinya
  • spesies tertentu memiliki 2 tanduk pendek atau duri yang menonjol tepat diatas katup pori-pori
  • hidup di air tawar seperti danau atau waduk

7. Pinnularia braunii
Pinnularia braunii (perbesaran 100X)
(Sumber : dokumen pribadi) 
Klasifikasi

Division         : Ochrophyta 
Class             : Bacillariophyceae               
Order             : Naviculales
Family            : Pinnulariaceae
Genus            : Pinnularia
Species          : Pinnularia braunii

Ciri-ciri 
  • Pinnularia termasuk organisme uniseluler. 
  • Dinding sel tersusun atas zat pectic pada kerangka silika yang kaku. 
  • Dinding mereka terdiri dari dua bagian yang disebut katup (hipoteka dan epiteka)
  • terdapat  dua kloroplas hadir di sepanjang sisi sel, dan mengandung klorofil a, c, beta-karoten dan fucoxanthin pigmen.
 8. Gomphonema  olivaceum       
                             
Gomphonema  olivaceum (perbesaran 100x)
(Sumber : dokumen pribadi) 

Klasifikasi

Division         : Ochrophyta              
Class             ; Bacillariophyceae               
Order            : Cymbellales 
Family           : Gomphonemataceae         
Genus             : Gomphonema       
Species         : Gomphonema  olivaceum

Ciri-ciri 
  •  Sel berbentuk baji dalam tampilan korset dengan pseudosepta terlihat

9. Eucoconeis sp
Eucoconeis sp (perbesaran 100X)
(Sumber : Dokumen pribadi) 

Klasifikasi
Division          : Ochrophyta 
Class              : Bacillariophyceae               
Order              : Achnanthales
Family             : Achnanthidiaceae
Genus             : Eucoconeis
 Species         : Eucoconeis sp

Ciri-ciri
  • Hidup soliter
  •  terdapat satu kloroplas ditengah
  • Sel berbentuk elips, terdapat garis dengan tiang bulat atau bercotok dan mantel yang relatif dalam.

10. Nitzschia scalaris
Nitzschia scalaris (perbesaran 100X)
(sumber : dokumen pribadi) 
Klasifikasi

Division         : Ochrophyta 
Class             : Bacillariophyceae               
Order             : Bacillariales           
Family            : Bacillariaceae        
Genus            : Nitzschia    
Species          : Nitzschia scalaris

Ciri-ciri 
  • Berbentuk seperti baling-baling
  • Dapat menghasilkan jesenis racun saraf yang dikenal dengan domoic
  • Memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas

11. Nitzschia capitalia
Nitzschia capitalia (perbesaran 100X)
(sumber : dokumen pribadi) 
Klasifikasi
Division         : Ochrophyta 
Class             : Bacillariophyceae               
Order            : Bacillariales             
Family           : Bacillariaceae          
Genus            : Nitzschia      
 Species         : Nitzschia capitalia

ciri-ciri
  •  Sel soliter
  •  Katup bilateral simetris
12. Ephitemia zebra

Ephitemia zebra (perbesaran 100X)
(sumber : dokumen pribadi) 

Klasifikasi
Division         : Ochrophyta
Class             : Bacillariophyceae               
Order            : Rhopalodiales
Family           :  Rhopalodiaceae
Genus            : Ephitemia   
 Species         : Ephitemia zebra

13. Mastogonia smithii
Mastogonia smithii (perbesaran 100X)
(sumber : dokumen pribadi) 
Klasifikasi
Division         : Ochrophyta              
Class             : Bacillariophyceae               
Order             :Pennales
Family            : Mastoginiceae       
Genus            : Mastogonia
 Species         : Mastogonia smithii

Ciri-ciri 
  • Organisme uniseluler
  • bersifat kosmopolitan
  • Dinding sel tersusun atas silikat dan karbon

14. Asterionella sp
Asterionella sp (perbesaran 100x)
(sumber : dokumen pribadi) 
Klasifikasi   
Division          : Ochrophyta              
Class              : Bacillariophyceae               
Order              :Pennales
Family            : Asterionellaceae   
Genus            : Asterionella
Species         : Asterionella sp

ciri- ciri 
  • dapat berfotosintesis
  • berbentuk lingkaran menyerupai bintang

15.  Achantes brevipes
Achantes brevipes (perbesaran 100x)
 (Sumber : dokumen pribadi)
Klasifikasi

Division          : Ochrophyta 
Class              : Bacillariophyceae               
Order              : Achnanthales
Family            : Achnanthidiaceae
Genus            : Achantes
 Species         : Achantes brevipes

Ciri-ciri
  • Sel yang heterovalvar dan tertekuk 
  •  Hidup soliter (kadang-kadang membentuk rantai pendek) 


16. Melosira italica
Melosira italica (perbesaran 100X)
(sumber : dokumen pribadi) 
Klasifikasi  

Division        : Ochrophyta 
Class            : Bacillariophyceae
Order            : Coscinodiscophycidae
Family           : Melosirales
Genus           : Melosira
Species         : Melosira italica

ciri-ciri 

  • -       Sel berbentuk silinder
  • -       Katup datar dan ditutupi dengan duri kecil atau butiran.
  • -       Diameter katup 4-24 µm dan ketinggian mantel adalah 9-20 µm.


17. Meridion circulare 
 
Meridion circulare 
(Sumber : www.sharkan.net)

Klasifikasi
 
Division         : Ochrophyta 
Class             : Bacillariophyceae
Order              : Fragilariales
Family            : Fragilariaceae
Genus            : Meridion
Species         : Meridion circulare

ciri-ciri 
  • Sel berbentuk seperti pemukul bola (katup linear-clavate), 
  • Jika bergabung akan membentuk koloni yang berbentuk kipas. (westerndiatoms.colorado.edu)


18. Neidium affine


Neidium affine (perbesaran 100x)
(Sumber : dokumen pribadi)
Klasifikasi
 
Division          : Ochrophyta 
Class              : Bacillariophyceae
Order              : Naviculales
Family            : Neidiaceae
Genus            : Neidium
Species         : Neidium affine

Ciri-ciri :
  • Katup linear elips, dengan panjang 82-110 µm.  
     (Sumber :craticula.ncl.ac.uk)
19.    Amphora sp

1.   
Klasifikasi:
Kingdom : Protista
Divisio     : Bacillariophyta
Kelas       : Bacillariophyceae
Ordo        : thalassiophysales
Famili      : Catenulaceae
Genus     : Amphora
Spesies   : Amphora sp.

20. Tabellaria binalis
1.      
Klasifikasi:
Kingdom : Protista
Divisio     : Bacillariophyta
Kelas       : Bacillariophyceae
Ordo        : Pennales
Famili      : Diatomaceae
Genus     : Tabellaria
Spesies   : Tabellaria binalis



Jawablah Pertanyaan dibawah ini!

 1.  Reproduksi fitoplankton secara umum adalah secara aseksual dengan cara...

a.       Konjugasi                                                    d. Membentuk spora

b.      Membelah diri                                              e. Anisogami

c.       Fusi inti sel

 2. Organel dalam sel fitoplankton yang menghasilkan pigmen adalah...

a.       Inti sel                                                           d. plastida

b.      Ribososom                                                    e. Badan golgi

c.       mitokondria

  3. Alga hijau yang dimanfaatkan sebagai suplemen makanan yaitu...

a.       Chlorococcum                                           d. chlamidomonas

b.      Chlorophyta                                               e. chrysophyta

c.       chlorella

4. Chrysophyta yang memiliki klorofil dan xantofil temasuk dalam kelas...

a.       Xanthophyceae                                        d. chianophyceae

b.      Chrysophyceae                                         e. pyrrhophiceae

c.       bacillariophyceae

5. Dibawah ini yang merupakan contoh chlorophyta berbentuk koloni tetapi tidak dapat bergerak adalah...

a.       Navicula                                                       d. hydrodictyon

b.      Volvox                                                          e. spyrogyra

c.       chlorella

6. Chrysophyta yang memiliki dinding sel tersusun atas hipoteca dan epiteca adalah dari kelas...

a.       Xanthophyceae                                        d. chianophyceae

b.      Chrysophyceae                                         e. pyrrhophiceae

c.       bacillariophyceae

7. Pyrrhopyta yang hidup di laut dapat memancarkan cahaya karena mengandung unsur...

a.       Besi                                                                d. mercury

b.      Karbon                                                           e. fosfor

c.       freon

8. Fitoplankton yang berbentuk seperti benang adalah...

a.       Navicula                                                       d. hydrodictyon

b.      Volvox                                                          e. spyrogyra

c.       chlorella

  9. Ditemukan fitoplankton dengan ciri-ciri:

1.       Uniseluler

2.       Memiliki flegel sebagai alat gerak

3.       Kloroplas berbentuk seperti mangkuk

4.       Kloroplas mengandung pirenoid

5.       Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora

Dari ciri-ciri tersebut, maka fitoplankton yang ditemukan tersebut adalah...

a.       Chlorella                                                      d. Ochromonas

b.      Chlorococcum                                              e. Cyclotella

c.       chlamidomonas

10. Berikut yang termasuk dalam alga kelas bacillariophyceae adalah...

a.       Euglena, perodinium, dan ochromonas

b.      Ochromonas, synura, dan chlorella

c.       Chlorella, chlorococcum, dan chlamidomonas

d.      Navicula, pannularia, dan cyclotella

e.      Volvox, euglena, dan navicula


Essay

1.       Sebutkan 5 spesies fitoplankton yang kalian temukan di waduk Tambak Boyo Sleman!

2.       Sebutkan ciri-ciri umum dari fitoplankton yang kalian temukan tersebut!